kurisetaru

kurisetaru

When Your Study ≠ Your Career

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Reading time: 3 minutes

“Why are you pursuing this career?”

This question is often asked towards me during interviews, especially when the interviewer knows about my educational background which is (often) irrelevant to the position I am applying for. To answer this question, I simply say that this position matches my career path. A diplomatic answer, because it shows my confidence and that I am a well-thought individual.

However, I understand that not many people dare to do this move: working in a totally unrelated field from what they studied in college. In my case, I have to. I graduated with a Bachelor of Arts degree in History and a Master of Arts degree in Asian Studies. Now, exactly what kind of job should I apply for with such degrees in hand?

When I still lived in Indonesia and whenever people asked me about my major, they always asked me with the following question, “But what do you want to be after you graduate? A teacher?” To which I replied, “I don’t know yet”. I think it’s a common misconception in Indonesia that people who study archaeology, history, or literature, can only work as educators, PNS, or in an NGO.

Fast forward with my arrival in the Netherlands, I thought I could start my career here in a History-related position after getting that hard-earned MA degree. However, my expectation turned out to be false. Actually, now I can work in a museum, but they prefer Dutch-speaking candidates and/or people who have built a life-long portfolio in History or museum work. How can I build a portfolio in museum work if I come from a country that doesn’t care about preserving its’ history?

So I decided to dig deeper to find my hidden talents and what I like to do that can be profitable. I realize that I have had a knack for writing since high school days and I always have a good pair of eyes for design. I also understand a little bit of HTML and know a thing or two about SEO optimization. So why not make a career out of it? That’s how I formulated my career plan: to be the go-to person in a company’s content creation process.

Many people have a huge burden on their shoulders or the mindset that they have to work based on their college degree. If you studied law, then you have to find work as a lawyer, a paralegal, or someone in the law enforcement industry. Why? Maybe they think of college as their investment. Not working based on their college degree means putting four years of higher education to waste.

I beg to differ. You can study anything you want to and work in any field you want to. In the end, you will realize that your study contributes to your professional skill. Take me for an example. Studying History-related subject for 5 years enhances my analytical thinking ability, trains me in pattern-based thinking, and most of all, it boosts my writing skill. Thanks to History-related major, now I can explain something to different people based on their level of comprehension of said subject. I will use different words and language tone to explain ‘home automation’ to a 5-year-old and to a professional.

To conclude, if you want to do something entirely different to your college degree after graduation, WHY NOT? Who knows it might become your new thing to like and perhaps a career path for you!

Other posts

Tentang Body Positivity dan Body Shaming

Sebenernya gue sudah lama banget kepingin menulis tentang tema yang satu ini, tapi selalu mandek karena awalnya gue merasa ini mungkin perasaan

A Tiring Holiday

Yang namanya liburan memang selalu melelahkan. Tapi liburan teranyar gue ke Indonesia kemarin merupakan liburan yang bukan hanya melelahkan secara fisik, tapi

12 thoughts on “When Your Study ≠ Your Career

  1. Crys!!! Thank you soooo much buat sharingnya. ♥️

    Kalo ada waktu, bikin lagi dong jilid ke-2nya. Aku anaknya tuh detail banget & pengen tau gimana kamu bisa dapet kerjaan itu. Apakah harus ngirim tons of application dulu baru diterima? Terus yg kamu gunain portfolio dari mana aja; IG, burjo, atau blog kah? Soalnya betul2 beda banget jurusan & kerjaan kamu.

    Dari dulu aku minat banget kerja di industri kreatif. S1 nyemplung di Fisika. Pengen lanjut S2 di bidang desain, tapi blom mateng portfolio & mentalnya, alias gak pede.

    Such a nice story, Crys!
    Makin memotivasi aku buat betul2 following our passion & strength aja pas nyari gawean. Jangan menyesal hanya karena pernah belajar subjek yg beda, karena in the end, ilmu dari pembelajaran akademik gak ada yang sia2.

    1. Ahahaha, makasih Nin! Sudah sepantasnya bikin konten yang mengedukasi orang.

      Sebenernya sih aku dapet kerjaan ini gak gitu detail, jadi bisa jawab pertanyaan kamu via komentar. Pas dulu lulus S2 terus cari kerjaan sih emang susah buanget karena siapa juga orang waras mau nerima orang non-EU yang sekolahnya beda ama jurusannya? Tapi akhirnya ada start-up yang luluh juga mau menerima aku kerja disana padahal belom ada pengalaman marketing profesional. Satu2nya pengalaman marketing aku adalah jadi seksi acara di acara kampus S2 dan berhasil bikin acara itu lebih sukses dari yang kemaren2.

      Pas ngelamar di pekerjaan kedua (yang sekarang ini), karena sudah pede, dan ada pengalaman 2 tahun di perusahaan Belanda, jalanku dapet interview lebih gampang. Sebulan ada kali, 1-2x interview. Kali ini dapetnya selain karena jodoh, juga karena aku menyertakan portfolio blog aku dan gimana aku belajar content marketing dari blog.

      Kamu bikin foto2 di blog kamu itu kerjaan sendiri kan? Di edit2nya juga kerjaan sendiri? Itu bisa loh jadi portfolio buat S2.

      Hahaha, aku malah gak ngikutin passion sama sekali nyari kerjaan. Buatku passion buat kerja itu gak guna, mending passion dipake untuk kegiatan sampingan atau hobi yang bikin seneng. Passion buat aku jadi sebagai katarsis kalo aku butek sama kerjaan dan pengen ‘lari’ sejenak. Kerjaan ya buat bayar bill dan hidup aja secara materi. Tapi aku setuju banget bahwa transferable skills itu ada dimana-mana, bahkan bisa jadi dari kegiatan yang awalnya kita geluti sebagai hobi, bisa jadi soft skill untuk karir juga.

      Semangat, Nin!

      1. Waahh! Kejawab banget nih!! Makasih ya udah diperjelas. Artinya emang kerja dulu di NL buat dapet pengalaman karir & working culture-nya ya.

        Iya. Foto dan blog aku itu sebetulnya aku kerjain/desain sendiri. Belajar coding biar template boring Blogger bisa berubah dikit. Makasih banyak ya motivasinya, bakalan jadi portfolio aku banget ini 🤩

        Setuju juga soal kerjaan sebetulnya lebih ke bayar bill. Terus passion lebih ke penyegaran rohani. Cuman entah kenapa dari dulu pengen banget sekolah/kerja di industri kreatif gitu. Kayak belom ada yg terpuaskan di hidup ini. Hasseek.

        1. Nah itu tuh foto dan blog bisa dijadiin cerita pas kamu lamar kerja atau bikin portfolio. Ceritain ini berdasarkan hobi, blablabla…

          Aku tuh masih memendam mimpi kerja di marketing di museum. Kalau sampe dapet kerjaan seperti itu, aku orang paling bahagia di dunia (versiku) kayaknya :p

          1. Aku doain semoga nanti bisa bener2 kewujud ya cita2nya buat bagian dari pegawai museum 😀

            Gara2 postingan kamu ini, aku jadinya gak bingung lagi apa yang mesti jadi portfolio. Lebih pede juga akhirnya showing off ke orang2. Dulu2 masih gak pede karena merasa jauh banget dari kata prestasi 😆

  2. Ya bagus kalau study sejalan dengan kerja, tapi kalaupun banting setir bukan berarti gagal…Makanya penting saat memilih jurusan untuk mastiin bahwa ilmunya bisa kepakai minimal untuk diri sendiri..
    Untungnya dulu ngambil studi yang umum, buntutnya bisa terpakai terus di kehidupan dan bisa kemana saja…

    1. Ya memang, banting setir ga berarti gagal, kali aja rejekinya ada disitu. Ini mentalitas yang harus terus diasah kaum muda. Berdasarkan pengalamanku, banyak orang nyindir kalau lulusan Fisika misalnya, ujung2nya kerja di bank.

  3. Disini aku lihat lumayan common banting setir setelah lulus Tal, aku lihat beberapa temen begitu.. sekolahnya apaa.. kuliahnya apa. Cuma kalau di Indonesia sering dapat pendapat miring ya.. cape kan hehehe

    1. Iya, kepercayaan orang sini juga gitu Ta, gak peduli mau sekolah apa, kalo kerjanya beda ama sekolah ya wajar aja, toh rejeki bisa dapet dari mana-mana. Kalo di Indonesia kan biasanya ada mulut jahat yang bilang “Kok jurusan X? Nanti susah dapet kerjaan lho” atau kalau ketahuan kerjanya beda ama jurusan, ditanyain “Kok beda sih jurusannya ama kerjaan sekarang?”
      Capek emang mulut orang deh yang paling bener.

  4. Aku kuliah hukum dan lulus dengan nilai baik. Pernah kerja di bidang hukum, tetapi udah malas kerja di bidang itu lagi. Sekarang malah menggeluti penulisan/jurnalisme. Salah satu hal di ilmu hukum yang sangat terpakai : analytical thinking. Untuk penulisan jurnalistik, analytical thinking itu perlu banget.

    1. Selain itu, kalau melek hukum kan bisa ngeh juga kalau ada yang salah karena logika dan deduksinya dilatih.

Leave a Reply to Wulan Cancel reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.