kurisetaru

kurisetaru

Sekilas Mengenai Ijin Tinggal di Belanda

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Waktu baca: 5 menit

Tahun 2015 lalu, gue berangkat ke Belanda dalam rangka melanjutkan sekolah. Dulu sih berpikirnya, lanjut sekolah dan setelah itu kembali ke Indonesia, seperti teman-teman lain. Eh, tapi kok keterusan dan kepingin mencari kerja dan membangun kehidupan disini.

Untuk orang Indonesia yang awam, mungkin berpikir satu-satunya cara tinggal di Belanda selain bersekolah adalah dengan cara menikah dengan orang Belanda. Eh, bukan itu saja lho. Seperti pepatah “banyak jalan menuju Roma”, banyak jalan juga yang bisa ditempuh agar bisa menetap di Belanda.

Di tulisan ini, gue akan menjelaskan sedikit jenis-jenis ijin tinggal yang bisa dipakai orang Indonesia untuk menetap di Belanda. Ijin tinggal ini adalah tipe-tipe ijin tinggal yang pernah gue gunakan, ya. Untuk lebih jelasnya, kalian bisa membuka laman web imigrasi Belanda, IND.

Ijin Tinggal Pelajar

Ijin tinggal ini paling basic dari pengalaman gue. Biasanya setelah kita diterima di instansi pendidikan Belanda, mereka sudah punya departemen sendiri yang mengurus ijin tinggal kita. Per 2015 lalu, gue cukup disuruh pergi ke kedutaan besar Belanda untuk mengambil visa MVV yang berupa stiker di paspor kita, visa ini digunakan untuk berangkat ke Belanda. Setelah tiba di Belanda, beberapa minggu kemudian, kita akan dapat pos dari IND yang menyatakan bahwa ijin tinggal pelajar kita sudah bisa diambil di kantor IND setempat.

Lama ijin tinggal pelajar sesuai dengan lamanya masa studi. Kalau masa studinya 4 tahun ya ijin tinggalnya 4 tahun juga. Sebagai pelajar, dengan ijin tinggal ini, kita punya hak untuk bekerja paruh waktu selama maksimal 16 jam per minggu atau bekerja penuh selama musim panas di bulan Juni, Juli, dan Agustus. Sayangnya, hukum bekerja untuk pelajar bagi pelajar non-EU agak sulit daripada pelajar dari negara anggota EU.

Ijin Tinggal Pencari Kerja

Bahasa kerennya ijin tinggal zoekjaar (zoek = mencari, jaar = tahun). Seperti namanya, ijin tinggal ini diperuntukkan untuk fresh graduate non-EU yang ingin mencari kerja di Belanda.

Ijin tinggal zoekjaar berlaku hanya satu tahun dan tidak bisa diperpanjang. Artinya, kalau dalam waktu satu tahun kamu belum menemukan pekerjaan penuh waktu atau perusahaan yang mau mensponsori ijin kerja kamu, berarti kamu harus kembali ke negara asal.

Siapa yang bisa mendaftar ijin tinggal zoekjaar? Semua mahasiswa yang mempunyai ijazah universitas di Belanda bisa mendaftar bahkan sebelum kelulusan. Gue dulu ijazahnya belum bisa diambil, jadi gue pakai SKL dari universitas, diterima tuh sama IND. Selain itu, mahasiswa lulusan universitas yang masuk daftar top 200 versi Times, QS, atau Academic Ranking of World Universities juga bisa mendaftar untuk ijin tinggal ini. Syarat lengkapnya dan semua ketentuan selengkapnya bisa dibaca di tautan berikut, termasuk cara mendaftar dan harganya.

Ijin Tinggal Migran Kemampuan Tinggi (Highly-Skilled Migrant, Kennismigrant)

Ijin tinggal ini biasanya diperuntukkan kepada orang-orang yang memegang ijin tinggal zoekjaar di atas. Sepertinya otoritas IND memang membuat ‘peta jalan’ bagi pemegang ijin tinggal zoekjaar untuk akhirnya mendapatkan ijin tinggal kennismigrant ini.

Pekerja riset di universitas biasanya mengantongi ijin tinggal kennismigrant.

Apa sih kennismigrant? Ini adalah ijin tinggal untuk orang-orang dengan ijasah S1 keatas. Mereka menilai kennismigrant adalah migran dengan kemampuan khusus yang tidak dimiliki orang-orang lain, misalnya dalam bidang riset atau lulus S3. Praktisi industri, para ekspat, atau para periset internasional di universitas biasanya mengantongi ijin tinggal ini.

Mendapatkan ijin tinggal kennismigrant sebenernya cukup mudah asalkan kita diterima kerja oleh perusahaan/instansi yang mau mensponsori ijin tinggal kita. Syaratnya, organisasi itu harus masuk dalam database IND sebagai perusahaan pemberi sponsor ijin tinggal kennismigrant. Kamu bisa melihat daftarnya di website ini. Selain mendapatkan kontrak kerja dari perusahaan yang sudah terbukti sponsor di IND, perusahaan tersebut juga harus membayar kamu gaji minimal sesuai yang ditetapkan IND. Syarat selengkapnya ada di website ini.

Lama ijin tinggal kennismigrant sesuai dengan tanggal yang tertera di kontrak. Jika kamu langsung dapat kontrak permanen, maka ijin tinggal tersebut lamanya bisa sampai lima tahun. Tapi kalau kamu memutuskan untuk keluar dari perusahaan tersebut, atau perusahaan itu nggak melanjutkan kontrak kamu, maka kamu punya waktu tiga bulan untuk mencari pekerjaan lain dengan perusahaan lain yang mau mensponsori kamu juga. Singkat kata, ijin tinggal ini sangat bergantung dengan status kepegawaian kamu di sebuah perusahaan.

Selain itu, walaupun ada banyak sekali perusahaan yang terdaftar sebagai sponsor di IND, tapi pada kenyataannya bisa saja kamu dapat interview atau diterima di perusahaan yang tidak terdaftar sebagai sponsor di IND. Jalan keluarnya adalah: si perusahaan itu harus mendaftarkan diri sebagai sponsor, atau kamu harus mencari pekerjaan lain di kantor yang bisa mensponsori kamu.

Ijin Tinggal Anggota Keluarga Warganegara Anggota EU

Mungkin sejauh ini banyak dari kita yang berpikir untuk pindah ke Belanda dan menetap di Belanda, syaratnya adalah harus punya pacar/suami warganegara Belanda. Well, nggak selamanya begitu, kok! Perkenalkan ijin tinggal yang kurang didengar gaungnya: Residency card for a family member of EU citizen. Agar singkat, mari kita menyebut ijin tinggal ini sebagai ijin tinggal anggota keluarga.

Ijin tinggal anggota keluarga EU/EER

Arti harafiahnya sih, ijin tinggal ini diperuntukkan untuk anggota keluarga dari warganegara anggota EU dengan kewarganegaraan yang berbeda. Misalnya, kamu (WN Indonesia) menikah dengan WN Portugal yang tinggal di Denmark, untuk tinggal secara sah di Denmark maka pakai ijin tinggal ini. Tapi pada kenyataannya, bukan hanya anggota keluarga yang dibuktikan dengan dokumen resmi yang bisa mendapatkan ijin tinggal ini. Bahkan status hubungan yang masih pacar pun bisa mendapatkan ijin tinggal ini.

Syarat-syaratnya sih cukup “menantang”, tapi sepengalaman gue, tidak terlalu susah, dibandingkan dengan jika kita punya partner WN Belanda. Paling nggak punya partner yang warganegara EU nggak mewajibkan gue untuk lulus ujian integrasi Belanda dalam waktu 3 tahun. Ini yang harus gue sertakan bersama formulir pendaftaran:

  • Bukti sudah tinggal bersama selama minimal 6 bulan. Bukti alamat ini bisa didapatkan dari gemeente, cukup membayar 11 euro per dokumen. Kemudian dokumennya dikirim lewat pos dan kita dapat dua copy.
  • Bukti punya rekening tabungan bersama atau bukti-bukti lain yang menguatkan bahwa hubungan kalian itu ‘beneran’, seperti tiket liburan, foto-foto liburan, dsb.
  • Slip gaji kamu atau partner kamu. Sebagai ancer-ancer, di website IND, ditentukan bahwa kalian berdua harus punya pemasukan minimal X euro.

Yang bikin nggak enak dari menunggu ijin tinggal macam ini adalah waktu tunggunya. Jika tiga ijin tinggal di atas punya waktu tunggu yang relatif sebentar (bisa dalam waktu 3 minggu sampai 3 bulan), ijin tinggal anggota keluarga EU ini bisa bikin kita nunggu sampai 6 bulan. Yang bikin parah, kita nggak boleh keluar Belanda sebelum mendapatkan keputusan dari IND apakah permohonan kita ditolak atau diterima. Bahkan jalan-jalan ke negara tetangga pun tidak boleh. Sebagai bukti sah sedang menunggu ijin tinggal, di paspor kita akan ditempelkan stiker yang memungkinkan kita untuk bekerja secara legal di Belanda selama enam bulan tersebut. Dengan stiker itu, kita boleh kerja di sektor apa saja, dan tidak perlu sponsor dari perusahaan tempat kita bekerja.

Tapi walaupun waktu tunggunya lama sekali, menurut gue ijin tinggal anggota keluarga EU ini adalah ijin tinggal yang cukup sakti dan cukup bikin gue bisa bernafas lega. Kenapa? Karena dengan ijin tinggal ini, kita diperbolehkan untuk bekerja di sektor apa saja. Kita nggak harus kerja kantoran. Mau freelance juga boleh. Berbeda dengan ijin tinggal kennismigrant yang sangat tergantung pada instansi tempat kita bekerja, ijin tinggal anggota keluarga EU bikin kita lebih bebas untuk mengeksplor karir dan jenis pekerjaan. Selain itu, lama ijin tinggalnya lima tahun. Lumayan kan, nggak perlu mikirin memperpanjang ijin tinggal setiap tahun? Untuk gue, ijin tinggal ini memberikan sedikit kelegaan tersendiri. Kalau-kalau gue ingin kerja paruh waktu, gue bisa cari kerja paruh waktu tanpa harus kuatir apakah perusahaan tersebut mau mensponsori gue.

Sebelum lima tahun berakhir, kita akan diberikan pilihan untuk mengajukan permohonan ijin tinggal yang permanen atau mengajukan permohonan penggantian warganegara. FYI, di Belanda, kita bisa mengajukan dua permohonan ini jika sudah tinggal disini selama minimal 5 tahun. Untuk pengajuan ijin tinggal permanen (duurzame verblijf), lama ijin tinggalnya bisa sampai 10 tahun dan perpanjangannya cukup 10 tahun sekali. Hak-hak kita semua sama rata dengan WN Belanda, kecuali kita nggak boleh berpartisipasi dalam pemilu nasional. Gue sih belum tahu akan ambil jalur mana setelah 5 tahun ini berakhir. Yang jelas yang penting sekarang bernafas lega dulu, deh! Here’s to another 5 years!

Other posts

Tentang Body Positivity dan Body Shaming

Sebenernya gue sudah lama banget kepingin menulis tentang tema yang satu ini, tapi selalu mandek karena awalnya gue merasa ini mungkin perasaan

A Tiring Holiday

Yang namanya liburan memang selalu melelahkan. Tapi liburan teranyar gue ke Indonesia kemarin merupakan liburan yang bukan hanya melelahkan secara fisik, tapi

Main ke Museon Den Haag

Berkunjung ke Museon di Den Haag dan berkenalan dengan masyarakat Romawi kuno di Den Haag.

2 thoughts on “Sekilas Mengenai Ijin Tinggal di Belanda

  1. Hi Crystal, gw mau nanya soal ijin tinggal anggota keluarga WN UE. Di situ syarat minimal tinggal bareng 6 bulan tu maksudnya harus berturut-turut 6 bulan atau bisa kumulatif tanpa berturut-turut?

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.