Life, Actually

Life in the Netherlands, because it goes on!
woman holding ipad
Living in the Netherlands

Membeli iPad Refurbished

Awal tahun ini gue memutuskan untuk membeli pembelian besar: sebuah iPad. Walaupun bentuknya kecil dan beratnya ringan, tentu ini bukanlah pembelian yang langsung diputuskan dalam waktu 1-2 hari. Butuh waktu beberapa minggu bagi gue mengambil keputusan untuk membeli iPad.

Gue membeli iPad bukan untuk main, tapi untuk menunjang hobi dan belajar skill baru yaitu menggambar secara digital. Karena keterbatasan dana, jadilah gue harus memutar otak untuk gimana cara membeli iPad yang murah, memorinya besar, tapi kualitasnya tetap bagus. Setelah menimbang-nimbang beli iPad baru atau bekas, akhirnya gue memutuskan beli iPad refurbished.

Apa itu barang refurbished?

Mungkin istilah refurbished atau selanjutnya gue tulis refurb tidak terlalu terkenal di Indonesia. Di Indonesia, kalau mau beli barang elektronik, ya antara beli baru atau bekas. Tapi di Belanda dan beberapa negara Barat lainnya, ada juga jenis barang elektronik ketiga yaitu barang refurbished.

Barang yang sudah di-refurb artinya barang bekas yang dalamnya sudah dibikin jadi baru, sesuai standar barang baru. Contohnya: kalau kamu beli iPhone refurbished, artinya mereka sudah mengganti prosesor dan batere iPhone tersebut ke komponen baru, sesuai spesifikasi si iPhone. Kamu akan mendapatkan pengalaman yang sama seperti jika kamu membeli iPhone baru, hanya dengan harga yang lebih murah dari harga iPhone baru di pasaran.

Dari mana barang refurbished berasal?

Macam-macam. Berdasarkan kosmetik (tampak luar), barang refurb bisa dikategorikan menjadi tiga:

  • Grade A artinya barang elektronik refurb yang luarnya beneran kayak asli, nggak ada baret dan cacat.
  • Grade B artinya kondisi luar barang tersebut ada cacatnya, tapi ngga terlalu kelihatan oleh mata telanjang.
  • Grade C artinya kondisi luar barang tersebut ada cacat yang bisa dilihat mata telanjang, seperti baret di body barang tersebut.

Barang refurb ini bisa didapat perusahaan manufacturing mulai dari produk yang tidak lulus QC sampai konsumen yang mengembalikan barang tersebut. Dari situ, mereka akan cek rusaknya dimana, lalu membetulkan barang tersebut dan dijual lagi.

Bukannya beli barang refurbished rawan penipuan, ya?

Sebelum beli barang refurb, memang lebih baik kita cek dulu reputasi web penjual barang tersebut. Di Belanda sih sudah ada cukup banyak website yang ngecek reputasi sebuah webshop, tapi mungkin di Indonesia belum banyak. Bisa dicek review toko atau media sosial toko tersebut untuk meyakinkan diri bahwa toko ini terpercaya.

Yang kedua, cek juga apakah toko tersebut menawarkan jasa after sales untuk pembelinya. Apakah kamu akan dapat garansi dari si toko? Gimana kalau ternyata produknya nggak sesuai yang kamu inginkan, apakah kamu bisa mengembalikan produk tersebut?

Ingat-ingat, sebelum membeli sesuatu, kita harus kritis juga ya 🙂

Gimana pengalaman membeli iPad refurbished?

Gue melakukan pemesanan iPad tersebut di toko online refurbished.nl hari Jumat pagi. Untuk pilihannya, gue membeli iPad 2018 128GB warna rose gold dengan kondisi barang Grade C yang dihargai cuma 300 euro. Bagi gue, asal dalamnya sama seperti iPad baru, nggak masalah. Kosmetik luar kan bisa ditutupi dengan case atau antigores tambahan.

Hari Senin sore, sepulang kantor, gue mengambil paket gue di tempat pick-up paket dekat rumah. Pas dibuka, cukup kaget juga karena boksnya bukan boks iPad melainkan boks dari perusahaan yang refurb barang tersebut, namanya Forza. Di boks tersebut tertulis bahwa gue punya garansi 2 tahun yang bisa diklaim ke Forza.

iPad-nya, diluar ekspektasi gue, ternyata cukup mulus. Nggak ada baret yang terlalu parah di bagian layar, tapi ada baret di sudut-sudut bodi iPad. Wajar lah ya.

Baret kecil yang kelihatan jelas di iPad refurbished gue

Pas gue nyalain iPad dan mulai mengunduh aplikasi yang dibutuhkan untuk menggambar digital, semuanya berfungsi dengan baik, sama seperti jika gue membeli iPad baru. Pembelian ini sungguh memuaskan karena dalam waktu dua hari gue sudah mulai aktif gambar ini itu sepulang kantor.

Kesimpulan

Membeli barang elektronik refurbished adalah hal yang gue rekomendasikan, karena selain sama banget dengan barang baru, kita juga membantu mengurangi sampah elektronik dengan cara membeli barang elektronik bekas yang sudah diperbaiki jadi bagus lagi.

Poin yang paling penting adalah: harga barang refurb jauh lebih murah daripada barang baru! Kapan lagi bisa dapat servis yang sama dengan harga miring?

8 Comment

  1. Wah kamu menginspirasi. Gw beberapa kali beli barang elektronik refurbished dan ga pernah kecewa. Udah pingin iPad dari lama demi Procreate tapi kan mahal yaaa… Jadi keingetan, kenapa ga eksplor opsi refurb ini. Dengan semangat mengurangi sampah di bumi!

    1. Eh temen gambar virtual muncul :))

      Aku baru kali ini beli barang elektronik refurb dan ga kecewa. Malah ketagihan, pengen beli barang lain yang refurb juga. Yang mahal tu di Apple Pencil karena kalo handlettering buatku penting banget ada pressure sensitivity. Itung2 investasi hobi lah yang bisa jadi skill. Tapi iPad nya murah, udah gitu kalo udah bekas kita juga ga usah takut baret dll kan… ya udah baret dari asalnya gitu loh!

  2. Wah baru kemaren kepikirian juga pengen nulis soal ini dari sisi ecoliving-nya karena mas pacar baru beli hp di refurbed.de dan dia happy banget waktu terima barangnya. Tapi memang kalo di refurbed.de ini, barangnya dijamin terlihat seperti baru gitu.
    Terus kita sebenernya pingin beli iPad juga, tapi buat nonton film dan main game doang hahaha 😀

    1. Aku beli di refurbished.nl dan ada pilihannya, mau beli yang seperti baru (harga sekitar 50 euro lebih mahal) atau yang kelihatan cacat. Karena alasan budget aku pilih yang ada cacat terlihat aja. Bagus kan ya, kayak beli baru banget. Ini kalau aku lagi ngga mendalami digital drawing kayaknya juga ga akan beli iPad. Sejak dulu ga pernah cocok sama tablet soalnya semua bisa pake ponsel.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.