Life, Actually

Life in the Netherlands, because it goes on!
mozaic art in church
Up Close and Personal Posts

Holier Than Thou

Gemes banget gue sama orang-orang model begini.

Mereka ini adalah orang-orang yang merasa dirinya paling gak punya dosa, yang punya hak buat “mengingatkan” orang lain akan dosa-dosa mereka. Seakan sudah punya kapling sendiri di surga dan seakan udah resmi jadi juru bicara Tuhan, menghakimi orang-orang berdosa di bumi.

Yep, orang-orang holier than thou alias orang-orang yang sok suci. Yang muncul ujug-ujug buat ngingetin dosa-dosa yang kita buat dan yang menurut mereka “wagelasehparahbangetnih”, intinya dosa yang udah diluar batas toleransi mereka lah. Apalagi kalo mereka hanya sekedar berasumsi. Berawal dari pemikiran “oh si X begini, pasti dia berbuat dosa ini, kan temen-temennya begitu semua”. Makin pas deh tuh digorengnya!

Sungguh gue muak setengah mati sama bani holier than thou.

Padahal kalo mereka berdoa sama Tuhan, di akhir berdoa ngomong juga tuh, “Ampunilah dosa kami”. Giliran ngomong sama Tuhan, sok-sok rendah diri, minta ampuni dosa. Tapi giliran sama sesama manusia, lagaknya melebih-lebihi Tuhan, sok-sok nunjukin dosa orang lain. Tujuan kalian kayak gini tuh apaan sih? Pengen nunjukin bahwa dosa kalian nggak separah dosa orang lain? Situ yakin dosa situ udah diampuni?

Menanggapi orang-orang seperti ini, gue bener-bener menerapkan konsep grey rock dan membuat batasan maksimal. Nomor mereka akan gue mute di Whatsapp, dan kalau mereka kirim pesan dan bernada menghakimi, gue jawab sangat singkat dan nggak nyambung dengan pesan mereka itu. Kesel sih kesel, tapi paling nggak gue nggak kesulut api emosi dari penghakiman mereka. Toh mereka nggak punya hak untuk tahu penjelasan gue kok, jadi buat apaan abisin energi?

Kecuali kalau mereka udah kurang ajar depan mata gue, barulah gue akan mengeluarkan cakar dan mengaum biar mereka pada kabur, hihihi.

Untuk bani sok suci, stay the fuck away from me! Percayalah, hidup gue nggak semenarik itu untuk kalian kepoin. Dosa gue juga gini-gini aja, nggak usah diingetin lah, toh kalian juga berdosa kan? Pikir dulu dosa sendiri sebelum nunjukin dosa orang!

Jadi, bagaimanakah engkau yang mengajar orang lain, tidakkah engkau mengajar dirimu sendiri? Engkau yang mengajar: “Jangan mencuri,” mengapa engkau sendiri mencuri? Engkau yang berkata: “Jangan berzinah,” mengapa engkau sendiri berzinah? Engkau yang jijik akan segala berhala, mengapa engkau sendiri merampok rumah berhala? (Roma 2: 21-22)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.