kurisetaru

kurisetaru

Etika Mencari Kerja yang Baik dan Benar!

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Beberapa bulan ini, gue jadi manajer proyek di kantor. Intinya, perusahaan gue lagi nyari agen-agen individual di luar Belanda yang bisa jadi agen penjual ulang produk kantor gue untuk pasar negara mereka. Maka itu, tiap hari kerjaan gue cuma nongkrongin situs pencari kerja dalam berbagai bahasa.

Rata-rata yang ngelamar kerjaan ini tuh anak kuliahan atau orang yang suka kerja satu proyek ke proyek lainnya. Tapi gak sedikit juga yang ngaco, saking ngaconya jadi inspirasi gue dalam tulisan ini. Jangan ditiru ya!

Pencari Kerja yang CV-nya Berlembar-lembar

Ini sering banget gue alami. Buat gue, CV yang baik tuh cuma 1 halaman, maksimal 2, dan bahasanya sederhana. Yang penting gue cuma mau tau pencapaian terakhir lo atau pekerjaan/pendidikan terakhir, nyambung atau nggak sama kerjaan yang gue iklanin.Ada lho yang bikin CV sampe 7 lembar, masing2 achievement ada section-nya. Baru-baru ini gue terima CV isi 16 lembar, banyak gambar dan penjelasan tentang proyek2 lama dia yang terlalu ekstensif. Rasanya kayak baca novel pendek.

Pencari Kerja yang Nggak Sabar

Iya, gue tau lo nyari kerja. Tapi kalau perusahaan yang nulis iklan, tandanya kami lebih butuh kalian. Makanya, sebaiknya semua komunikasi dimulai dari perusahaan, mulai dari email pertama setelah lo kirim CV ke mereka.

Ada banget nih, suatu hari gue dapet telpon dari orang yang ngakunya ada jadwal wawancara sama gue. Terus pas gue cek email, ternyata gue baru kirim email pertama yang cuma nanya apakah gue bisa telpon dia di hari tersebut. Belum janjian waktunya dan dia udah nyariin gue di kantor. Pas udah janjian waktunya, dia bilang “Oke, nanti saya telepon kamu hari Kamis jam 2 siang”. Harus gue yang mengingatkan bahwa lebih baik gue yang telepon dia karena emang seharusnya perusahaan yang nelpon calon pegawai, bukan sebaliknya.

Email gue tersebut dijawab dengan balasan singkat “Oke, saya tunggu telepon kamu jam 2 siang di nomor xyz”

Buset, ini gue mau wawancara orang via telepon atau dicariin rentenir?

Pencari Kerja yang Kurang Basa-basi

Like it or not, basa-basi adalah hal yang penting dalam berkomunikasi dengan perusahaan yang tertarik dengan kamu. Wajar kok membuka email dengan “How are you? I hope you are well” atau menutup email dengan “Have a nice day“. Apalagi ini komunikasi online, dimana kedua belah pihak nggak melihat dan mendengar satu sama lain, basa-basi jadi penting banget untuk mencairkan suasana.

Pernah ada seorang freelance yang tertarik dengan lowongan gue. Di awal, dia sopan banget sebelum bertanya mengenai lowongan kerja. Setelah gue ngejelasin ke dia, mungkin jawaban gue nggak sesuai dengan maunya dia. Lalu dia jadi jutek banget. Gue ajak dia ngobrol via Skype, dia mau, tapi jawab di email ke gue cuma 1-2 kata.

Lalu tiba saatnya jam perjanjian gue ngobrol sama dia di Skype. Dia memang online, tapi pas gue mengirim pesan, dia jawab, “Saya mau pergi, nanti saya kabarin lagi kapan saya bisa wawancara.”

Dih, mau kerja kok sombong amat?

Pencari Kerja yang Menghilang

Kalau misalnya kamu sudah nggak tertarik dengan lowongan kerjanya walaupun sudah di interview, bisa lah ngabarin si kantor bahwa kamu sudah nggak tertarik.

Gue pernah wawancara seorang kandidat di telepon. Kedengarannya positif banget, bersemangat, dan jiwa entrepreneur banget. Karena nilai-nilai plus ini, gue jadi mengundang dia ke kantor untuk wawancara kedua yang adalah tatap muka. Dia sudah bilang bahwa dia bisa datang sesuai perjanjian.

Di hari-H, dia nggak datang. Sebelumnya dia pun nggak kirim email minta reschedule atau sudah nggak tertarik dengan lowongan kerja tersebut. Pas gue kirim email nanyain apakah mau dijadwalkan ulang, gue nggak dapat jawaban sama sekali.

Pegawai kantor itu juga manusia. Kami kerja 5 hari seminggu, 8 jam sehari, itu sudah ada agendanya mau ngapain aja. Kalau kamu sudah bikin janji untuk wawancara, tandanya si pewawancara sudah mempersiapkan semuanya buat wawancara, sama juga dengan menghabiskan maksimal 1 jam mereka baca CV kamu, bikin daftar pertanyaan, dll. Sungguh nggak sopan dan nggak profesional kalau kamu MIA tanpa menjelaskan alasan kenapa nggak datang wawancara.

Other posts

Main ke Museon Den Haag

Berkunjung ke Museon di Den Haag dan berkenalan dengan masyarakat Romawi kuno di Den Haag.

quote

Sekilas Mengenai Ijin Tinggal di Belanda

Selain ijin tinggal untuk pelajar, ijin tinggal untuk cari kerja, ijin tinggal sebagai pekerja dengan skill tinggi, ada jenis ijin tinggal apalagi sih?

2 thoughts on “Etika Mencari Kerja yang Baik dan Benar!

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.