Life, Actually

Life in the Netherlands, because it goes on!
Living in the Netherlands

Empat Hal Yang Harus Kamu Tahu Tentang Zoekjaar

Belanda, seperti negara-negara Uni Eropa kawasan Eropa Barat pada umumnya, merupakan negara yang sangat bergengsi untuk dijadikan tujuan belajar. Materi kuliah yang rata-rata sudah dalam bahasa Inggris, kesempatan untuk mencicipi budaya dan kehidupan Eropa, sampai banyaknya kans untuk hidup profesional selepas lulus adalah tiga daya tarik utama negara ini untuk sebagian besar mahasiswa internasional.

Selepas kuliah, pemerintah Belanda membuka pintu seluas-luasnya untuk fresh graduate non-EU untuk memulai karir mereka di Belanda lewat ijin tinggal jenis zoekjaar. Selain zoekjaar, ada juga berbagai ijin tinggal lain yang pernah gue bahas di tulisan ini.

Di atas kertas, ijin tinggal zoekjaar memang bisa menjadi jalan keluar para fresh graduate untuk memulai hidup baru. Namun, ada banyak sekali “sisi gelap” dari ijin tinggal ini yang mungkin nggak banyak orang tahu. Tulisan ini semoga bisa jadi bahan pertimbangan tentang mengambil ijin tinggal zoekjaar setelah kuliah selesai.


Peraturan negara tidak sama dengan kenyataan di lapangan

Tujuan utama zoekjaar adalah mendapatkan pekerjaan level kantoran atau level akademik di perusahaan/institusi pendidikan yang mau mensponsori ijin tinggal kamu, yang sering disebut dengan ijin tinggal kennismigrant. Untuk mendapatkan ijin tinggal kennismigrant, salah satu syarat pentingnya adalah kamu diterima bekerja di perusahaan/institusi yang bukan hanya mau mensponsori kamu, tapi juga harus terdaftar sebagai referensi di website IND.

Namun tidak selamanya kenyataan di lapangan seperti itu. Walaupun negara mendorong warga non-EU untuk tinggal dan bekerja di Belanda, masih banyak dari perusahaan Belanda yang nggak tahu bahwa mereka harus mendaftarkan diri ke IND untuk bisa mempekerjakan orang asing. Selain itu, untuk perusahaan yang terdaftar di website IND, bukan berarti mereka juga ngerti prosedur mendaftarkan calon pegawai mereka ke IND untuk mendapatkan ijin tinggal kennismigrant. Which brings me to the next point…

Masih banyak perusahaan yang ‘curang’

Banyak perusahaan yang namanya sudah terdaftar di IND tapi mereka malah mencurangi warga asing tersebut. Gue adalah salah satu contoh kasus yang sempat dicurangi perusahaan tempat gue bekerja dulu. Perusahaan ini menyetujui akan mensponsori ijin tinggal gue, tapi gue harus mengganti uang sponsor mereka setiap bulan. Padahal sama sekali nggak ada peraturan seperti itu, dan kasus ini bisa dilaporkan ke polisi kalau kita mau.

Bisa jadi, masih banyak perusahaan-perusahaan model begini di Belanda. Mereka tahu titik kelemahan para imigran kennismigrant yaitu kurangnya pengetahuan akan hukum setempat. Apalagi imigran kennismigrant tidak punya banyak pilihan. Dengan ijin tinggal zoekjaar yang hanya berlaku satu tahun dan proses hiring yang relatif lama, mereka harus cepat membuat keputusan apakah mereka ingin bergabung dengan perusahaan itu atau tidak.

Dutch First, Others Second

Pengalaman ini bukan hanya dialami gue tapi juga dialami seorang cewek di Twitter yang sedang menjalani masa pencarian kerja dengan ijin tinggal zoekjaar. Dalam pengalamannya mencari kerja, dia nggak menyangka bahwa perusahaan Belanda masih lebih memilih orang-orang yang mahir berbahasa Belanda. “Padahal gue berpikir mereka akan sangat terbuka dengan komunitas internasional”, katanya.

Masalah bahasa ini juga menjadi masalah utama orang-orang dengan ijin tinggal zoekjaar. Kembali lagi ke poin pertama. Pemerintah sangat antusias membuka kesempatan kerja untuk para lulusan universitas, namun kenyataannya masih banyak perusahaan Belanda yang lebih fokus mempekerjakan orang-orang yang mahir berbahasa Belanda, paling tidak di level tertentu. Padahal, belajar bahasa baru itu kan sebuah proses. Nggak mungkin kita bisa mahir berbahasa Belanda level profesional hanya dalam waktu satu-dua tahun belajar.

Lama zoekjaar yang hanya satu tahun

Poin ini menjadi perbincangan hangat di Twitter akhir-akhir ini. Karena pandemi Corona, banyak pemegang ijin tinggal zoekjaar yang terancam tidak bisa mendapatkan pekerjaan di Belanda karena roda ekonomi yang seolah berhenti berputar. Jika penasaran, kamu bisa buka tagar #extendzoekjaar atau #zoekjaarverlengen untuk mengikuti topik ini di Twitter. Jika tertarik dengan topik ini, kamu juga bisa menandatangani petisi mereka di tautan ini. Ada juga grup Facebook mereka, yang bisa diakses disini.

Jangka waktu zoekjaar yang hanya satu tahun dianggap terlalu singkat sebagai masa pencarian kerja seseorang, apalagi jika orang itu berasal dari negara luar Uni Eropa. Nggak Corona aja, para pencari kerja sudah harus investasi waktu cukup lama untuk mencari kerja. Apalagi pas Corona? Bayangkan saja, rata-rata proses hiring di Belanda terdiri dari dua hingga tiga babak. Dari satu babak ke babak lain, kamu harus menunggu kurang lebih 1 sampai 1.5 minggu. Setelah kamu dipekerjakan, kamu harus mengganti ijin tinggal zoekjaar kamu dengan kennismigrant yang prosesnya bisa mencapai delapan minggu. Ini berdasarkan pengalaman pribadi, ya. (Belum lagi untuk perusahaan-perusahaan besar yang proses hiring-nya lebih canggih dan peminatnya lebih banyak.)

Ditambah lagi, ijin tinggal zoekjaar ini nggak bisa diperpanjang. Jika setahun sudah berlalu dan kamu belum juga dapat kerja, saatnya angkat kaki dari Belanda. Padahal, berdasarkan pengalaman, satu tahun kadang nggak cukup untuk mencari pekerjaan yang sesuai bakat, minat, dan latar belakang kita.

Pasti stress kayak gini deh, pas lagi nyari kerja.

Apa yang harus dilakukan oleh pemerintah Belanda?

Rasanya nggak afdol kalau menulis tulisan ini cuma untuk mengeluh. Sepertinya harus ada bagian khusus untuk kita memberikan saran-saran yang semoga didengarkan oleh pemerintah. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut.

Sama ratakan ekspektasi pencari kerja

Empat tahun lalu, pemerintah Belanda lewat IND rajin menyambangi kampus-kampus untuk membuat seminar tentang ijin tinggal zoekjaar ini. Di seminar tersebut, mereka kerap menyebutkan betapa mudahnya mendaftar zoekjaar dalam proses mencari kerja. Mereka pun menyebut satu tahun ibarat waktu yang cukup untuk mendapatkan pekerjaan di Belanda.

Harusnya IND nggak tutup mata dengan banyaknya perusahaan yang nggak mau menerima orang yang bukan penutur bahasa Belanda, atau lamanya proses hiring perusahaan Belanda. Just lay everything on the table!

Perpanjang validasi ijin tinggal zoekjaar

Ini nih yang paling penting. Menurut gue satu tahun itu sebentar banget untuk para pemegang zoekjaar untuk transisi ke ijin tinggal yang lain. Krisis Corona, lamanya waktu hiring, menjadi dua faktor kenapa gue bilang ijin tinggal zoekjaar ini sebentar banget. Gimana kalau diperpanjang jadi dua tahun, atau pemegang zoekjaar bisa meminta perpanjangan beberapa kali sebelum akhirnya dapat kerja.

Membuat ijin tinggal zoekjaar lebih fleksibel

Yang bisa gue lihat dari website IND, para pemegang status zoekjaar diharapkan bisa mengganti ijin tinggal mereka menjadi kennismigrant dalam waktu satu tahun. Bukan hanya kennismigrant, tapi mereka juga bisa mengeksplorasi pilihan antara membuat start-up atau mengganti ijin tinggal mereka ke ijin tinggal freelancer. Sayangnya, dua ijin tinggal ini tidak murah. Untuk ijin tinggal self-employed, seseorang harus merogoh kocek hingga seribu euro dan memberikan banyak sekali dokumen yang menandakan bahwa usahanya diprediksi berhasil.

Akan lebih baik jika pemegang ijin tinggal zoekjaar bisa lebih fleksibel dalam menentukan karir mereka. Bukalah kesempatan pemegang zoekjaar untuk bekerja dalam bidang apapun selain pekerja kantoran atau akademik. Jika mereka ingin eksplorasi buka start-up atau jadi freelancer ya harusnya juga dipermudah dan dimurahin harga ijin tinggalnya. Lama-lama untuk kebaikan ekonomi Belanda juga, kan?


Sudah cukup lah, mahasiswa internasional dijadikan sapi perah. Mulai dari biaya sekolah yang tidak murah, printilan birokrasi yang ribet dan mahal, masa iya sih untuk membangun karir dan hidup baru, harus dipersulit juga?

7 Comment

  1. In all fairness tho, it’s understandable that Dutch companies want the locals first. They know the language, they know the culture. If someone’s cv is on par with a local candidate it’s obvious that the local would get the job, hence the internationals must be twice as good to be able to get a job

    1. True. Pas sudah mengalami, aku memang jadi ngerasa kenapa mereka mementingkan orang lokal. Tapi menurutku program pemerintah harus sejalan dengan yang ada di lapangan. Jika faktanya masih banyak perusahaan yang milih orang lokal daripada orang internasional, fakta ini harusnya dikasih tau di awal. Jadi mahasiswa internasional yang minat bekerja disini dari awal harus siap2, contohnya ambil kursus bahasa atau volunteer di tempat yang bahasa utamanya bahasa lokal. Pengalaman aku 4 tahun lalu sih mbak, kesannya IND itu mau cari cuan doang. Menarik sebanyak2nya lulusan internasional dengan harga ijin tinggal yang ngga murah, tapi ternyata mereka kesulitan cari kerja karena janji2nya ngga sesuai seperti yang dikoar2 di seminar mahasiswa internasional. Kasus ini berbeda2 untuk orang dari beragam jurusan ya. Temen2ku yang cepet dapet kerja tu dari latar belakang engineering. Sementara luar engineering biasanya lebih susah atau bahkan harus mulai karir di bidang yang bukan bidang studinya dulu.

      1. Di Denmark juga gitu, sempet ada green card program yg biayanya ya lumayan untuk apply (ini malah ditujukan untuk non resident ya, jadi yg tinggal di luar DK bisa apply) tapi kenyataannya ya mana mau perusahaan2 itu menampung mereka. Jadi mereka yg udah apply merasa ditipu berat. Udah harapan tinggi datang kemari nyampe sini cm jadi tukang cuci piring. Akhirnya program greencard ini dihapus sekarang.

        1. Nah disini pemegang zoekjaar itu ga bisa lanjut kalo kerjaannya kerah biru gitu mbak. Harus jadi pekerja kantoran, kerja di universitas, atau bikin start-up atau jadi freelance. Tapi ijin tinggal start-Up dan jadi pekerja lepas disini tuh mahal bangetttt kalo skemanya dari zoekjaar.

  2. Hi Crys, sepertinya soal perusahaan mendahulukan orang lokal itu ada di Jerman dan Norwegia juga sih ya. Bahkan aku pernah dengar, jadi urutannya itu ya local first, kemudian EU citizen lalu sisanya terakhir.

    Aku penasaran nih, kalau di Belanda, selama setahun tersebut, pemegang zoekjaar sembari mencari pekerjaan diperbolehkan nggak sih untuk kerja apa aja gitu (misalnya di resto, supermarket)? Selain itu, untuk jadi kennismigrant, pekerjaan yang kita dapatkan tersebut akan dicek nggak sih apa benar-benar sesuai dengan latar belakang pendidikan dan pekerjaan kita sebelumnya?

    1. Pemegang zoekjaar boleh kerja apa aja Han kalau masih zoekjaar, boleh kerja yang kontrak 0 jam juga atau yang shift2an. Tapi ya ga akan disponsori kalo kerja2 yang kayak gini.

      Kalo mau jadi kennismigrant, gak akan dicek kerjaannya sesuai latar belakang kita atau gak. Aku dulu lulusan Humanities dan nyebur ke Marketing.

      1. I see. Menarik juga ya. Di Jerman ada tipe residence permit yang serupa. Setelah selesai studi di Jerman, mahasiswa internasional bisa daftar residence permit untuk cari kerjaan dan durasinya 2 tahun. Tapi kalau mau ganti jadi residence permit for employment purposes kerjaannya harus sesuai dengan apa yang dipelajari.

Leave a Reply to kurisetaru Cancel reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.