kurisetaru

kurisetaru

Ditinggal Bos, Sedih Banget!

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Minggu ini rasanya ada yang aneh banget di kerjaan gue. Semuanya tiba-tiba berubah. Yang tadinya males kerja karena sebentar lagi musim liburan, jadi makin males.

Seminggu yang lalu, gue dapat kabar dari kolega sesama tim bahwa bos gue dipecat dari pekerjaannya sebagai Group Marketing Director.

Begitu kami dikasih tau kolega senior, gue cengo selama beberapa menit. Pertanyaan di otak gue cuma satu, “Kok bisa?”

Bos gue (berikutnya akan gue sebut Pak E) bener-bener bos terbaik yang bisa dimiliki seorang pegawai. Dia orang yang energinya selalu penuh bak kelinci batere Energizer. Setiap gue ketemu dia di kantor, dia selalu menyapa gue dengan senyum lebar. Antusiasmenya juga sangat menular ke orang lain. Kalau gue masuk kerja dengan mood setengah-setengah, ngobrol sama dia bisa bikin gue semangat kerja lagi.

Pak E adalah orang yang penuh dengan ide. Seolah otaknya nggak pernah berhenti meletupkan ide-ide random tapi cemerlang. Bahkan di perjumpaan terakhir kami, beliau masih ngasih ide-ide luar biasa.

Dan yang paling gue suka dari Pak E adalah beliau orangnya selalu positif. He always sees the good thing from people. Dia nggak pernah memberi kritik berupa omelan, kata-katanya selalu positif dan membangun, bikin orang yang dikritik ngga merasa tersinggung. Dia adalah seorang pemimpin tim yang tahu kapan harus memimpin dan kapan harus mempercayai anggota timnya. Jarang banget kan, seseorang bisa punya pemimpin kayak gitu.

Kata kolega senior gue, alasan kenapa Pak E dipecat adalah karena manajemen sudah merasa nggak sejalan lagi dengan dia. Gue mengerti bahwa di antara jajaran manajemen, Pak E adalah orang yang paling inovatif dan ambisius. Yang lain sepertinya entah sudah tua atau sudah terlalu nyaman di kursi zona nyamannya sehingga malas belajar dari yang lebih muda. Menurut pendapat gue, Pak E tidak terlalu disukai di jajaran manajemen karena pemikirannya yang terlalu maju untuk perusahaan tempat gue bernaung. Makanya begitu ada kesempatan untuk menyingkirkan dia, jadilah dia dengan mudah dihilangkan karena dia kurang punya “sekutu” di manajemen yang berpikiran sama dengan dia.

Kalau dibilang gue baper, jelas gue baper. Di perusahaan lama gue, pekerjaan gue nggak dianggap dan gue selalu dapat kritikan, bukan pujian. Tapi Pak E melihat potensi gue saat wawancara sampai akhirnya gue diterima kerja di kantor sekarang ini. Dia bikin gue merasa pekerjaan dan talenta gue sangat dihargai di perusahaan sekarang. Makanya gue sangat menghormati dia dan gue sangat sedih dengan kepergian dia dari tempat kerja gue. Bukan cuma gue, kolega senior yang sudah kerja 3 tahun di kantor gue pun merasa demikian. Mungkin dia lebih sedih lagi karena sudah menghabiskan 3 tahun bekerja dengan Pak E.

Selanjutnya, jabatan Group Marketing Director akan diambil alih oleh orang lain yang dulunya berkecimpung di bagian Trade. Grup kami agak ngeri-ngeri sedap dengan orang ini karena pendekatan dan sikap dia sangat berbeda dengan Pak E. Jikalau Pak E menghargai kreativitas dan proses, orang ini lebih menghargai hasil. Yah, semoga kami semua tahan di kepemimpinan yang baru, dan yang gue takutkan ngga terjadi.

Other posts

2 thoughts on “Ditinggal Bos, Sedih Banget!

  1. Ya ampun.. di kelas Bisnis yang sekarang, aku belajar banget sama yg namanya Teamwork & Leadership. Tipe2 pemimpin, serta rekan kerja yg task-oriented atau people-oriented.

    Penyebab si Pak E dipecat ini kayaknya samaan kayak Wishnutama dari NET ya. Kalo yang aku pelajari di kelas sih, biasanya karena pola pikir kurang/terlalu maju, bisa berdampak buruk/tak sejalan lagi sama visi misi perusahaan. Tapi as you said, tergantung board members juga nih. Ada yg tuir dan tak mau menerima masukan/belajar hal baru, bisa jadi pagar juga buat orang2 macem Pak E ini.

    Happy to know this story, Crys! Makin bersyukur ternyata kelas T&L itu ada gunanya 😝 Kemaren aku malah mikir kelas itu gak guna sama sekali malahan.

    1. Curigaku sih nomor dua. Menurutku banyak bos2 dari kantor cabang lain yang lebih konservatif dan ngga suka sama dia. Aku yakin sih pasti dia cepet dapet kerjaan baru. Business is business. Tapi yang namanya punya bos segitu kerennya, sedih lah ditinggal.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.