Daripada Bikin Resolusi, Lebih Baik Bikin Ini…

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Selamat tahun baru 2019!

Tahun 2018 udah lewat, saatnya buka halaman baru, buka semangat baru, dan yang pasti… yang sering digaungkan, bikin resolusi baru.

Tentang resolusi, ada pendapat pro dan kontra tentang ini. Yang pro-resolusi bilang, tiap tahun harus punya rencana-rencana menarik. Nggak jarang ada juga tim “resolusi-jadi-jauh-lebih-baik-lagi” (yang menurut gue sangat sangat absurd). Ada juga tim kontra-resolusi yang menganggap resolusi tahun baru hanyalah semangat palsu. Contohnya resolusi “kurusan”. Cuma ke gym seminggu pertama bulan Januari, abis itu bikin alasan terus sampe nggak pergi ke gym.

Gue masuk tim mana ya?

Gue sebenernya tim anti-resolusi. Alasan gue sama, resolusi itu kan dibuatnya saat kita lagi euphoria menyambut tahun baru. Makanya banyak yang resolusinya nggak masuk akal atau nggak bisa diukur. Tapi sejak gue punya jurnal, gue jadi tertantang bikin rencana-rencana yang dilakukan sepanjang tahun 2019. Rencana ini beda dengan resolusi.

Buat yang pengen bikin rencana 2019 daripada resolusi 2019, mungkin step-by-step ala gue ini bisa bermanfaat.

Langkah 1: Buat Kategori Rencana 2019 Kamu

Banyak sekali orang yang ngomong resolusinya mulai dari yang realistis seperti: nikah, punya pacar, lulus kuliah, sampe yang absurd kayak “pengen jadi orang lebih baik”. Yang namanya rencana, ga bisa itu terlalu random. Kalau ini tahun terakhir kamu di bangku kuliah, ya emang udah sepantasnya lulus tahun ini, jangan dibikin resolusi, ah. Untuk bikin rencana 2019 kamu lebih realistis, lebih baik kamu buat kategori tiap rencana yang ada di pikiran kamu.

Gue bikin rencana 2019 gue dalam lima kategori: Personal, Rumah, Uang, Karir, dan Hubungan. Dengan bikin garis besar berupa kategori ini, gue jadi bisa melakukan self-assessment, rencana apa yang ingin gue lakukan tahun ini, dan di bagian apa.

Langkah 2: Tulis Rencana Sesuai Kategori yang Kamu Buat

Selanjutnya adalah bagian paling menyenangkan, mulai menulis rencana yang mau kamu capai selama tahun 2019 ini. Tapi perlu dipikirkan juga, rencana-rencana ini harus:

Realistis. Kalau kamu masih pilih-pilih pacar sementara rencana kamu mau nikah tahun 2019 ya agak nggak realistis juga ya. Daripada nulis rencana “nikah”, lebih baik tulis rencana “Lebih supel bergaul dengan orang lain, supaya gampang ketemu jodoh”. Mari kita ambil contoh rencana berikut: Punya 100 blog follower di akhir 2019.

Scaleable. Apa ya bahasa Indonesianya – mudah diukur? Resolusi gak jelas macam “jadi pribadi lebih baik lagi” adalah bukan rencana yang mudah diukur karena tolak ukur ‘pribadi lebih baik’ berbeda untuk tiap individu. Daripada bikin resolusi yang gak jelas tolak ukurnya kayak gitu, biasakan otak kita untuk lebih spesifik, contohnya: “Baca 12 buku dalam setahun” atau “Mendengarkan 12 podcast setahun tentang perbaikan diri”.

Bisa dipecah jadi rencana-rencana kecil. Kalau kamu pengen kurus, tulislah rencaa kamu lebih spesifik, seperti “Membuang 20 kg berat badan dalam setahun” atau “Ganti ukuran baju dari XL jadi M”. Rencana seperti ini bisa dipilah-pilah jadi rencana-rencana kecil yang senantiasa bisa memotivasi kamu dalam menjalankan hidup sesuai rencana setiap hari. Which brings us to…

Langkah 3: Buat Rangkaian Rencana Kecil

Seperti yang sudah disebutkan diatas, rencana kecil dibuat untuk merayakan kesuksesan kita dalam kehidupan menuju rencana besar 2019 kita. Rencana-rencana kecil bisa dibuat per kuartal, per bulan, atau per hari juga boleh (kalau kamu segitu obul-nya). Berikut adalah contoh.

Rencana Besar 2019: Punya 100 blog followers di penghujung 2019

Rencana per 3 bulan:

  • Punya 30 pengikut blog baru
  • Publikasi ±15 post baru

Rencana per bulan:

  • Punya 5-8 pengikut blog baru
  • Publikasi 2 blog post setiap bulannya

Rencana tiap dua minggu sekali:

  • Publikasi 1 post setiap 2 minggu sekali
  • Mengumpulkan keyword, trend, yang lagi viral di internet untuk diunggah sebagai tulisan blog

Apa tujuannya bikin rencana kecil? Selain memacu semangat kita mencapai rencana tahunan kita, juga untuk bikin kita fokus dengan rencana besar kita dan bikin kita hidup sesuai rencana tersebut. Misalnya lihat contoh rencana besar gue di atas, gue jadi bisa mendisiplinkan diri untuk menulis satu post setiap dua minggu sekali. Dengan itu, gue ‘memaksa’ diri sendiri untuk ngumpulin yang lagi ngetrend untuk ditulis tiap minggunya.

Rencana punya 100 pengikut baru di 2019 juga bisa digabungkan dengan rencana 2019 gue di bagian karir, yakni: merintis karir di bidang copywriting. Dengan contoh tulisan yang sudah mapan, paling nggak gue menunjukkan ke calon kantor gue bahwa gue bisa nulis secara konsisten. Begitulah kalau hobi dijadikan lahan cari duit, harus kreatif cari celah.

Ya udah, segini aja tulisan gue mengenai buat rencana. Buat yang masih bikin rencana 2019, semoga sukses, dan semoga tetep ngikutin rencana sesuai semangat tahun baru!

More to explore

Nguping dan Nyinyir di Pemilu

Tiga observasi kelakuan orang Indonesia yang ditemukan saat Pemilu serentak 2019 di Den Haag. Yuk nyinyir bareng!

17 thoughts on “Daripada Bikin Resolusi, Lebih Baik Bikin Ini…

  1. Karena aku sangat angka banget, makanya kalau bikin target ga jauh2 dari angka haha misalkan, baca buku 50 per tahun, eh 2018 bisa baca 30 buku, lumayan banget itu dibanding tahun sebelumnya. Makanya tahun ini jadi semangat baca buku minimal 35. Tahun ini bikin target mengurangi intensitas ngeblog (termasuk BW) dan twitteran, jadi sudah kujadwal paling banyak sebulan maksimal posting 3-4 kali dan ngider di twitter seminggu maksimal 4 kali (jadi kalo pas ga ngider, log off). Ya macam gitu. Jadi terukur. Aku kalau bikin rencana kuusahakan memang musti terukur, kalau nggak, awang2 aja jadinya.

    1. (sangat angka banget) hahaha dasar mbak statitician XD

      BW tuh apa ya ngomong2?

      Iya, kalo bikin rencana emang harus terukur dan ga usah muluk-muluk. Plus jangan lupa untuk celebrate little goals yang bikin kita semakin terpacu untuk meraih rencana utama kita.

      1. Blog Walking. Haha ya gimana ya, mau ga terlalu angka banget tapi sudah terlalu menjiwai meskipun tetep sih selalu ada plan B kalau rencana tidak berjalan sesuai dengan evaluasi misalkan per 3 bulan.
        Benar, kayak pas aku bikin target 2018 lulus ONA, eh pas lulus ya dirayakan sendiri dengan beli es krim haha. Kan jadi semangat itu soalnya kayak memberi penghargaan ke diri sendiri. Dan makin semangat mau ngapain ke depannya yg berhubungan dengan meningkatkan kemampuan bahasa Belanda.
        Tips2 yang kamu tuliskan di sini bagus Crys!

        1. Terimakasih mbak! Seperti ada kata mutiara, “A goal without steps is just a dream”. Jadi kalau nulis rencana utama “pengen kurus” tapi gak bikin action plan macam “turun 1.5 kg per bulan” atau “ke gym 3x seminggu” ya ga guna itu rencana.

  2. Thanks tips nya Tal! Banyak rencana tahun ini dan aku udah kelamaan nggak kerja kantoran jadi lupa hal2 kayak begini, aku jadi keinget lagi dan bakal coba jalanin buat beberapa rencana di tahun ini 🙂

  3. Hahaha.. Kok kita sama, tidak beresolusi tp ttp planning.. Soalnya resolusi banyak yg malah gak terwujud (atau malah membatasi) sedangkan planning biasanya berjalan lancar.. Haha

  4. Cuman satu resolusi, mengurangi konsumsi chips / cemilan jadi sekali seminggu. Itu yang berat banget di kami, karena habis makan malem tu sambil nonton tv seneng banget nyamil. Walopun gw ga gendut, tapi ga sehat sih kebiasaannya haha

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

Join the Club!

Hit that “Subscribe” button to receive weekly posts straight to your inbox!