kurisetaru

kurisetaru

Jangan Pernah Percaya CS di Telepon!

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Waktu baca: 5 menit

Pengalaman ini baru banget gue alami, sekitar dua minggu lalu. Baru kali itu gue beli ponsel baru dengan hati yang sangat berat.

Semua berawal di awal bulan Juli, saat ponsel gue jatuh di kamar mandi dan layarnya pecah. Hanya layarnya saja yang pecah, tapi touch control nya masih bisa dipakai. Gue langsung panik, tapi gue teringat bahwa kontrak ponsel ini akan selesai pada akhir bulan Juli dan gue sudah teken kontrak untuk memperpanjang abonemen telepon dan data gue yang dimulai pada akhir Juli juga. Jadilah gue berpikir, oh nanti pulang kantor datang saja ke kantor operator telepon, minta abonemen ponsel baru kalau abonemen data gue sudah jalan.

Sepulang kantor gue pergi ke Vodafone, operator telepon gue. Setelah menjelaskan duduk perkara ponsel rusak dan sebentar lagi abonemen data gue diperbaharui, mas-mas Vodafone bilang bahwa gue nggak bisa langsung minta telepon karena gue hanya memperpanjang abonemen SIM only, artinya hanya memperpanjang paket data dan telepon saja. Gue baru bisa menambah jadi abonemen kredit telepon 2 bulan setelah abonemen SIM only gue itu jalan.

Hah???? 2 bulan? Gue nggak terima, lalu gue langsung telepon CS Vodafone sekeluarnya gue dari toko, marah-marah karena merasa bingung. Mbak-mbak di seberang telepon untungnya bilang bahwa gue bisa menambahkan abonemen telepon ke abonemen data gue di hari-H abonemen baru gue berjalan. Katanya gue cukup menelepon CS Vodafone di hari tersebut dan menyebutkan ponsel apa yang gue mau dan ponsel tersebut akan dikirimkan ke rumah dalam waktu 1-2 hari. Lega dong, gue.

Selama tiga minggu, gue terpaksa menggunakan iPhone 5S yang luar biasa lelet dan baterenya sudah bocor. Nestapa banget, deh, tapi gue tahan-tahanin karena berpikir tiga minggu lagi bisa ganti ponsel.

Tiga minggu kemudian, dengan penuh semangat 1945, gue menelepon Vodafone lagi. Kata mbaknya, cukup telepon dan sebut aja ponsel yang gue mau karena keluhan gue sudah dimasukkan ke sistem. Di seberang telepon, gue disambungkan ke seorang bapak. Bapak ini bilang statement yang sama dengan mas-mas di toko Vodafone. Kemudian gue berang dan gue bilang bahwa tiga minggu lalu ada mbak-mbak kolega kamu yang bilang hal yang berbeda. Kemudian si bapak ini menjawab kasar sekali, “That lady only tells you what you want to hear, ma’am.

Gila, gue kesel banget, kenapa CS Vodafone memberikan informasi yang salah, memberi harapan palsu, dan si bapak ini juga lempar batu sembunyi tangan, bukannya membantu gue? Gue pun menutup telepon karena udah kesel banget. Setelah gue protes ke Vodafone lewat Twitter, akhirnya gue berinteraksi dengan mereka via DM dan mereka mengklarifikasi bahwa pengguna abonemen SIM only tidak bisa mengubah abonemen mereka selama dua bulan pertama, mengiyakan statement si bapak. Berarti statement si mbak tiga minggu lalu salah besar.

I just wanted to get a new phone. Gue pun menelepon provider telepon lain, T-Mobile, untuk menjelaskan duduk perkara gue dan menjelaskan bahwa gue ingin ganti provider telepon setelah gue bisa membatalkan kontrak SIM only gue di Vodafone. Mas-mas CS T-Mobile lebih baik daripada bapak-bapak di Vodafone, dia menjelaskan bahwa dia bisa mengirimkan gue ponsel baru dan membuat kontrak ponsel dan abonemen T-Mobile tiga bulan kemudian, saat gue bisa menutup abonemen Vodafone gue. Gue menghabiskan waktu setengah jam di telepon untuk menjawab pertanyaan dari mas CS T-Mobile seperti tipe ponsel, tipe abonemen, dan data pribadi.

Keesokan harinya, gue berpikir bahwa lebih baik gue proaktif ke toko T-Mobile untuk menjelaskan masalah gue dan mungkin saja mereka punya ponsel yang gue inginkan, jadi gue bisa langsung ganti. Mbak-mbak di T-Mobile kemudian menyayangkan cerita gue dan dia bilang bahwa dia tidak bisa melakukan itu karena besar kemungkinan gue akan punya dua abonemen telepon dan dua abonemen tuh cukup mahal, lho. Setelah kroscek dengan Vodafone di toko sebelah, ternyata kebijakan mengubah abonemen 2 bulan setelah abonemen dimulai itu maksudnya bisa mengubah paket data atau menambah ponsel, tapi tidak bisa membatalkan kontrak. Kalau mau membatalkan kontrak, harus tunggu sebulan sebelum kontrak berakhir, yang adalah dua tahun dari sekarang.

Gue lemes banget rasanya, tapi gue tetap berkeras nggak mau pulang tanpa ponsel baru. Gue pun pergi ke MediaMarkt dan mengambil ponsel yang saat itu gue incar dan gue berpikir bahwa gue bisa mengajukan fitur bayar per bulan ke MediaMarkt. Tapi pas pergi ke meja informasi, ternyata stiker ijin tinggal gue sekarang nggak bisa dipake untuk fitur ini.

Sudah nggak bisa mengajukan fitur bayar per bulan, nggak bisa pindah provider ponsel, nggak bisa dapat ponsel baru dari Vodafone… akhirnya gue mengambil jalan keluar terakhir, membeli ponsel dengan harga penuh. Gue beranjak pergi ke Apple Store dengan kaki lunglai dan perasaan lelah. Setelah melihat-lihat harga, gue memutuskan untuk mengeluarkan uang cukup besar untuk membeli iPhone 8 Plus dengan kapasitas 256 GB karena gue nggak suka model iPhone yang baru dan gue tipe orang yang nggak suka ganti-ganti ponsel kalau nggak butuh-butuh amat.

Pas gesek kartu, aduh, rasanya nyessss banget… belum pernah gue beli ponsel semahal ini, dan tidak direncanakan. Tapi paling tidak gue sudah punya ponsel baru dan gue cukup bayar abonemen SIM only per bulan, jadi menghemat biaya hidup gue banget karena tidak perlu bayar kredit ponsel per bulan.

Moral dari cerita super panjang gue ini: Jangan percaya CS via telepon. Baik Vodafone maupun T-Mobile memberikan informasi palsu dan hanya ngebaik-baikin kita aja. Lebih baik pergi langsung ke toko dan konsultasi disana.

Other posts

quote

Sekilas Mengenai Ijin Tinggal di Belanda

Selain ijin tinggal untuk pelajar, ijin tinggal untuk cari kerja, ijin tinggal sebagai pekerja dengan skill tinggi, ada jenis ijin tinggal apalagi sih?

Jangan Pernah Percaya CS di Telepon!

Ponsel rusak dan berbagai drama yang menyusul setelahnya. Baca disini untuk mengetahui seberapa menyebalkan CS di Belanda -_-

6 thoughts on “Jangan Pernah Percaya CS di Telepon!

  1. Waduh, emang perponselan ini kadang bikin rudet ya. iPhone gw juga jatuh dan retak layarnya sekitar 3 bulan lalu. Akhirnya gw beli iPhone SE (hahaha tetep edisi vintage), abis memang harganya jauuuh lebih murah. Berdasarkan pengalaman itu, gw ga terlalu percaya paket-paket provider lagi, bahkan paket asuransi mereka pun ga berdaya guna apa-apa untuk pengguna ponsel yang cukup awet macam gw. Semoga hepi dengan ponsel “baru” nya ya 🙂

    1. Emang Dit, akhirnya aku beli full price, itu tu nyesekkkk parah. Aku ga pernah pake paket asuransi dari provider ponsel karena emang seringnya gak guna… Aku suka banget iPhone SE, iPhone 5S, tapi ya si ponsel cadangan itu emang udah lama sih, jadi pantes aja lelet dan baterenya bocor.

    1. Emang!!! Ga usah banyak percaya ama CS di telpon lah, mau omelin mereka juga gak guna, salah2 dinyolotin balik kayak bapak2 Vodafone nyolotin aku.

  2. Untungnya disini jarang kena kasus CS yg begitu. Banyakan cukup membantu. Yg diputer-puter tanpa kejelasan memang pada dasarnya perusahaannya nggak beres atau lagi bermasalah.

    1. Disini CS bisa aja ngomong ngawur kayak dua operator telepon itu tadi. Emang paling bener kalo ada masalah khusus, pergi ke tokonya sekalian deh biar jelas. Kapok aku percaya sama CS.

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.