kurisetaru

kurisetaru

Antara Kerststol dan Babi Rica

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Pertama-tama gue mau mengucapkan, selamat hari Natal dan selamat berlibur bagi kita semua! Semoga di hari Natal kali ini kalian semua diberi kesehatan dan kegembiraan berkumpul sama keluarga dan teman.

Kali ini adalah Natal ketiga gue di Belanda. Natal pertama: biasa aja, dihabiskan bersama teman. Natal kedua dan ketiga: dihabiskan bersama R dan keluarganya. Berhubung gue sudah merayakan Natal ala Belanda sebanyak tiga kali, kayaknya gue udah bisa buat sedikit perbandingan antara Natal di Belanda dan di Indonesia.

Sebenernya tradisi Natal di Belanda dan di Indonesia agak mirip, walaupun nggak 100% sama. Mungkin hal ini dikarenakan Indonesia sebagai bekas negara jajahan, jadi masih ada sisa-sisa tradisinya di beberapa daerah, seperti daerah asal keluarga gue: Sulawesi Utara. Kabarnya, disana ibadah Natal bisa ditemukan di gereja/rumah-rumah sejak awal Desember sampai akhir Januari.

Perbedaan pertama adalah pengenalan kalender Advent. Masyarakat Belanda masih mengenal kalender Advent, kalender 4 minggu sebelum Natal yang berguna sebagai countdown lahirnya Yesus. Di Indonesia, gue hanya mengingat tradisi ini di gereja. Disini, kalender Advent sudah sangat dikomersilkan, seperti promosi ‘24 Days of Deals’ di berbagai toko baik online maupun offline dan kalender Advent berbentuk coklat/parfum/kuteks.

Image result for commercialized advent calendar
Contoh kalender Advent. Dalamnya nomor-nomor itu biasanya ada hadiah kecil. Foto dari Pinterest.

Di Belanda, Natal sudah bergeser dari hari raya keagamaan menjadi hari liburan untuk keluarga dan dirayakan seluruh rakyat, baik yang beragama Kristen maupun tidak. Disini, Natal dirayakan selama dua hari, tanggal 25 dan 26. Hari Natal adalah hari khusus berkumpul dengan keluarga, makanya Natalan di Eropa itu sepi banget. Jarang ada toko/restoran yang buka di hari Natal pertama, tapi beberapa tahun belakangan mulai ada toko/restoran yang buka di hari Natal kedua walaupun jam bukanya siang banget.

Untuk beberapa keluarga yang masih religius, mereka pergi ke gereja di hari Natal pertama, terutama di pagi hari. Kemarin gue lihat siaran berita tentang riset persentase keluarga yang pergi ke gereja pada hari/malam Natal di sebuah kota bernama Harderwijk. Hasilnya, dari tahun ke tahun jumlahnya semakin sedikit. Gue saja nggak pergi ke gereja, hehehe. Anyway, setelah pergi ke gereja itu baru deh acara kumpul keluarganya mulai. Hampir mirip dengan tradisi keluarga gue atau keluarga Kristen pada umumnya di Indonesia.

Di Belanda, Santa Claus nggak disebut sebagai Sinterklas, tapi disebut Kerstman (Christmas Man). Kami punya hari raya sendiri untuk memperingati datangnya Sinterklas yaitu Sinterklaasdag. Tapi bedanya, Sinterklas di Indonesia muncul pada tanggal 25 Desember dan di Belanda pada tanggal 6 Desember. Agak lucu sih kalau gue cerita ke teman-teman Belanda bahwa gue juga punya tradisi Sinterklas. Di Belanda, Zwarte Piet nggak dilihat sebagai tokoh jahat, melainkan suka bagi-bagi permen. Selain itu, gaung Sinterklaas jauh lebih terkenal daripada Kerstman.

Tradisi tukar kado juga ada di Belanda. Kado disini sifatnya beragam, mulai dari gift card, lilin, baju, parfum, coklat, kaus kaki, dan lain-lain. Kayaknya nggak ada yang ngasih ‘salam tempel’ sebagai kado. Ngasih parsel juga bukan hal yang lumrah, apalagi ngasih kue-kue kering atau menghidangkan kue kering. Kue Natal disini yang paling terkenal adalah kerststol, yakni roti isi krenten, buah-buahan kering, dan disajikan bersama gula bubuk.

2016_1221_Kerststol
Kerststol. Foto dari Wikipedia.

Makanan Natal di Belanda menurut gue nggak ada yang terlalu khas. Apalagi kalau bukan keju? Hidangan Natal biasanya terbagi jadi tiga bagian: makanan pembuka, makanan utama dan penutup. Makanan pembuka ya tipenya roti-roti seperti kerststol, sosis, ham, bacon, beragam keju, wrap, dan lain-lain. Makanan utama biasanya ada sup, kentang goreng/rebus, dan lauk. Setelah makan, biasanya diajak ngopi sambil makan penganan manis seperti tart atau kue kering manis. Kadang gue kangen sama makanan Natal ala Manado kalau terlalu sederhana kayak gini. Mulai ada babi rica, nasi jaha, ayam rica, bebek woku dan lain-lain di kepala gue. Ah…

Intinya, sama seperti di Indonesia, hari Natal di Belanda dilihat sebagai hari untuk keluarga. Natal bukan untuk senang-senang, pesta, atau sama teman-teman saja. Tapi menurut gue tradisi Natal di Belanda jauh lebih sederhana daripada di Indonesia yang belakangan ini selalu dipenuhi makanan mewah, puluhan kali Christmas dinner sebelum dan sesudah Natal, dan banyaknya acara tukar kado yang harus dipenuhi. Walaupun begitu, komersialisasi Natal sudah agak kencang di Belanda dengan banyaknya diskon yang menggairahkan orang untuk menghabiskan uang untuk belanja kado atau menghias rumah.

Kalau ada yang mau ke Belanda, semoga cuplikan tradisi Natal ini berguna. Paling nggak kalian nggak jadi gegar budaya, lah 🙂

Other posts

Tentang Body Positivity dan Body Shaming

Sebenernya gue sudah lama banget kepingin menulis tentang tema yang satu ini, tapi selalu mandek karena awalnya gue merasa ini mungkin perasaan

A Tiring Holiday

Yang namanya liburan memang selalu melelahkan. Tapi liburan teranyar gue ke Indonesia kemarin merupakan liburan yang bukan hanya melelahkan secara fisik, tapi

Main ke Museon Den Haag

Berkunjung ke Museon di Den Haag dan berkenalan dengan masyarakat Romawi kuno di Den Haag.

21 thoughts on “Antara Kerststol dan Babi Rica

  1. selamat natal. memang kalu bicara manado pas natalan nda kalah dia pe makanan deng itu suasana yang terkesan komersil. natal di manado lebeh besar ke foya2 daripada depe ibadah

    1. Kita nyanda pernah Natalan di Manado, keluarga besar so di Jakarta samua, mar tetap makan nasi jaha, brenebon, babi rica, dll. Wah baru dengar di Manado so komersil sekali… justru kita dengar ibadah Natal disana bisa sampe satu bulan lamanya, tiap rumah/gereja selalu ada ibadah. Mungkin itu di kampung2

          1. Oh iya, mirip sih, tapi kalau nasi jaha kayaknya lebih padat. Terus kalo dipotong2 juga bentuknya lebih kayak tabung. Biasanya dimakan sama yang pedes2 kayak ayam rica.

          2. Wahhh, nanti balik Jakarta, coba nyari deh di resto2 Manado gitu.. aku juga makan panada, pisang goreng yang pake cabe, duhhh ngeces deh sekarang.. huhuhu..

  2. Kerststol. Akhirnya gue mengerti nama roti ini. Disini sering lihat beberapa kali di bakery, tapi pas baca katakanya gue ga paham (soalnya biasanya jadi bahasa inggris kan tapi ini aneh)

      1. ada juga kadang-kadang di bakery gitu. Disini tuh banyak jenis-jenis roti yg asalnya dari Eropa gitu. Enak yg ini karena ada gulanya jd ga sehambar roti prancis yg panjang2 itu

  3. Hope you had a lovely Christmas Tal. Di sini Natal juga untuk keluarga, tapi tanggal 26 untuk shopping, toko-toko penuh dengan yang nyari diskonan dan diskonnya emang lumayan sih. Gue gak tahan tapi, tokonya berantakan banget 🤣

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.