kurisetaru

kurisetaru

Anak Rantau Masak: Bakso

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on linkedin
LinkedIn

Bakso adalah makanan favorit gue di Indonesia. Apalagi bakso dekat pasar di daerah gue, wah enaknya nggak ketulungan karena kaldu sapinya benar-benar dari tulang dan tetelan sapi.

Sayangnya angan-angan makan bakso asli abang-abang hilang begitu memutuskan untuk hijrah ke Belanda. Banyak restoran Indonesia yang menjual menu bakso disini, tapi kok rasanya nggak seenak bakso abang-abang. Akhirnya, berbekal food processor dan resep YouTube, gue nekad berusaha membuat bakso sendiri.

Resep Bakso (untuk 3-4 orang)

Bahan-bahan membuat bakso:

  • 300 gr daging sapi cincang
  • 1 butir telur, ambil putihnya saja
  • 6 gr baking soda
  • 50 gr tepung tapioka/tepung sagu
  • 4 butir bawang putih, memarkan
  • Garam, gula, lada secukupnya

Bahan-bahan membuat kuah bakso:

  • 2 liter air
  • 4 buah tulang sumsum sapi
  • Daun bawang secukupnya
  • Bawang goreng secukupnya
  • 3 butir bawang putih, memarkan
  • Garam, gula, lada secukupnya

Topping:

  • Sawi hijau
  • Daun bawang
  • Bawang goreng
  • Suka suka lo deh mau topping apaan 😝

Cara membuat:

  1. Pertama kita rebus kuahnya dulu, soalnya kuahnya ini yang rada lama bikinnya. Masukkan 2 liter air ke panci besar, tambahkan tulang sapi, kemudian tutup pancinya. Masak dengan api sedang kurang lebih 45 menit.
  2. Nah sambil tunggu kuahnya selesai, bikin baksonya deh. Masukkan daging cincang, bawang putih yang digeprek, dan air es/es batu ke dalam food processor. Proses hingga semuanya halus.
  3. Ketika daging sudah halus, tambahkan baking soda, putih telur, tepung tapioka, dan lada-garam-gula. Proses lagi di food processor hingga semuanya tercampur.
  4. Begitu sudah tercampur semua bahan-bahan baksonya, pindahkan daging ke wadah sendiri.
  5. Di panci lain, rebus air hingga matang.
  6. Buat bakso (pentol) sangat menyenangkan. Pertama, ambil adonan daging dengan tangan, lalu diremas. Excess remasan daging yang keluar kemudian diambil dengan sendok.
  7. Masukkan daging tersebut ke dalam air rebusan yang matang dengan api kecil. Begitu baksonya naik ke permukaan, tandanya si bakso sudah matang dan siap ditiriskan.
  8. Sesekali cek kuah kaldu sapi, jika sudah matang, masukkan daun bawang dan bawang goreng. Aduk aduk lagi sebentar. Kalau rasanya masih kurang nendang bisa ditambah kaldu sapi blok. Aromanya yang penting pasti aroma sumsum tulang.
  9. Jangan lupa siapkan mie atau bihun dan sayuran pelengkap.
  10. Jadi deh!

Begini deh penampakan bakso ala gue:


Selamat mencoba!

Other posts

Tentang Body Positivity dan Body Shaming

Sebenernya gue sudah lama banget kepingin menulis tentang tema yang satu ini, tapi selalu mandek karena awalnya gue merasa ini mungkin perasaan

A Tiring Holiday

Yang namanya liburan memang selalu melelahkan. Tapi liburan teranyar gue ke Indonesia kemarin merupakan liburan yang bukan hanya melelahkan secara fisik, tapi

Main ke Museon Den Haag

Berkunjung ke Museon di Den Haag dan berkenalan dengan masyarakat Romawi kuno di Den Haag.

15 thoughts on “Anak Rantau Masak: Bakso

  1. Duh dingin gini trus lihat foto baksomu jadi keruyukan 😅 aku cocok sama kuah bakso malangnya Pempek Elysha. Ga mendekati bakso yg dijual abang2, tapi enak. Kamu nyebutnya pentol juga ya, toss!! Haha soalnya kalo aku nyebut pentol dulu pas di Jakarta, semua pada ngelihat gitu ga paham pentol itu apaan. Padahal di Jatim ya nyebutnya pentol.

      1. Oh beda pengertian berarti kita. Kalau di Jatim, pentol itu bulatan dagingnya aka bakso kalau orang Jkt nyebut. Nah, di Jatim, bakso itu adalah satu paket komplit dalam mangkok. Satu mangkok itu namanya bakso atau bakwan (tergantung isinya).

    1. Pentol sundhuk yo Mbak Den, hahaha…. cara makan bakso tanpa kuah yg ditujes pake tusukan sate, 1 tusuk isi 3-4 pentol bakso. Trs dikasih saos/sambel/kecap. Trs dimakan gitu aja. Enak jg tuh. Jajanan anak sekolahan, lol.

Leave a Reply to ndu.t.yke Cancel reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.